North Carolina - Facebook membuat data center baru senilai US$ 500 juta atau sekitar Rp 4,5 triliun. Pusat data yang dibangun di North Carolina, Amerika Serikat itu digunakan untuk mengantisipasi anjloknya koneksi ke situs jejaring sosial tersebut.
Pembangunan data center yang memakan waktu hingga 1,5 tahun itu diperkirakan membutuhkan 250 orang ahli bangunan. Setelah bangunan data center selesai, Facebook rencananya akan membuka lowongan untuk 35 sampai 45 staff untuk bekerja full time.
Gubernur North Carolina Bev Perdue mengumumkan rencana pembangunan pusat data milik jejaring sosial terbesar di dunia itu. Dia menyambut baik kehadiran pusat data Facebook karena proyek tersebut akan mengurangi pengangguran. "Kami bangga Facebook memilih North Carolina," kata Perdue dalam siaran persnya seperti dikutip Financial Post. "Ini akan sangat menguntungkan."
Selain mengatasi pengangguran, pusat data tersebut akan menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya. Pembangunan pusat data ini diperkirakan bakal melambungkan nama North Carolina dalam daftar pusat data skala besar, karena di sana juga ada proyek pusat data yang sedang dibangun Apple, Google dan IBM.
Vice Presiden of Technical Operation Facebook, Jonathan Heiliger mengatakan dengan meluasnya basis pengguna Facebook, maka perusahaan itu membutuhkan pusat data yang mumpuni. "Kami sudah siap membangun pusat data milik kami," tulis Heiliger dalam blognya.
Bangunan tersebut akan didesain menurut standart LEED emas. Facebook akan menggunakan teknologi pendingin inovatif dan teknologi pengatur daya listrik sehingga konsumsi dayanya lebih efisien. Pada Januari lalu Facebook mulai membangun konstruksi pusat data pertamanya di Oregon. Ketika perusahaan ini mempunyai 360 juta pengguna, tentunya pusat data tersebut tak lagi mampu mengatur lalu lintas data yang padat.
Rabu, 01 Desember 2010
Facebook Buat Pusat Data Baru Senilai Rp 4,5 Triliun
Diposting oleh iermala shita di 02.45
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar